12 Aug 2025 M Solaiman Post Dibaca 312 kali

PPG Unkhair dan Dosen ITB Bahas Kolaborasi, Pencegahan Malaria, dan Tantangan Pendidikan Era Digital

PPG Unkhair dan Dosen ITB Bahas Kolaborasi, Pencegahan Malaria, dan Tantangan Pendidikan Era Digital

Ternate – Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Universitas Khairun (Unkhair) kembali menghadirkan diskusi inspiratif melalui podcast bersama tiga dosen dari Institut Teknologi Bandung (ITB), yaitu Dr. Epin Saepudin, M.Pd., Dr. Apt. Defri Rizaldi, S.Farm., M.Si., dan Dr. Apt. Hubbi Nasrullah Muhammad, M.Si. Ketiganya hadir dalam rangka kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (Pengmas) di Maluku Utara melalui kelompok “Sahabat Pengmas” dengan fokus pada pencegahan malaria dan penguatan kolaborasi lintas disiplin.

Dipandu oleh host Bang Amar Ome, para narasumber membagikan pengalaman mereka menjalankan misi ke daerah kategori 3T, khususnya di Maitara Selatan. Kegiatan ini melibatkan kolaborasi ITB, Universitas Khairun, dan pemerintah daerah, dengan tujuan memberdayakan masyarakat melalui pendekatan gotong royong. Pencegahan malaria menjadi salah satu isu utama yang dibahas, menekankan pentingnya kebersihan lingkungan, kerja sama komunitas, serta edukasi kesehatan yang berkelanjutan.

Selain membahas kesehatan, diskusi juga menyoroti pentingnya penthahelix model—sinergi antara akademisi, pemerintah, sektor swasta, media, dan masyarakat—sebagai kunci dalam menyelesaikan masalah bangsa. Para dosen ITB menegaskan bahwa tridarma perguruan tinggi tidak dapat dipisahkan: penelitian harus berdampak melalui pengabdian, dan pengabdian memberi masukan bagi penelitian.

Topik lain yang mendapat perhatian adalah tantangan pendidikan di era digital. Para narasumber sepakat bahwa perkembangan teknologi dan media sosial tidak bisa dihindari, tetapi perlu diarahkan agar menjadi sarana pembelajaran positif. Edukasi literasi digital, pengendalian ujaran kebencian, dan pembentukan karakter menjadi tanggung jawab bersama antara dosen, guru, orang tua, dan lingkungan.

Kreativitas mahasiswa juga menjadi sorotan. Para dosen ITB mendorong kampus untuk memberikan ruang bagi mahasiswa agar terlibat langsung dalam penelitian dan pengabdian masyarakat. Keterlibatan ini tidak hanya menambah keterampilan praktis, tetapi juga menumbuhkan rasa kepedulian sosial. Mereka menekankan bahwa kolaborasi lintas disiplin merupakan kunci menghasilkan solusi inovatif, baik untuk masalah kesehatan seperti stunting maupun isu-isu sosial lainnya.

Podcast ini ditutup dengan pesan optimistis: kampus yang berdampak adalah kampus yang mampu menciptakan masa depan melalui kolaborasi dan aksi nyata. Dengan semangat gotong royong dan komitmen bersama, diharapkan sinergi PPG Unkhair dan ITB akan menjadi inspirasi bagi pengembangan pendidikan dan pengabdian masyarakat di seluruh Indonesia.

https://www.youtube.com/watch?v=12puADBzXTY&t=649s